Kapan Waktu yang Tepat untuk Mengonsumsi Asam Folat bagi Ibu Hamil?

Asam folat adalah salah satu nutrisi penting bagi ibu hamil yang berperan dalam pembentukan sel-sel tubuh dan perkembangan sistem organ pada janin, terutama otak dan sumsum tulang belakang. Kekurangan asam folat selama kehamilan dapat meningkatkan risiko cacat tabung saraf (neural tube defects/NTD) pada bayi, seperti spina bifida dan anensefali.
Namun, kapan sebenarnya waktu yang tepat bagi ibu untuk mulai mengonsumsi asam folat? Simak penjelasannya di bawah ini!
Mengapa Asam Folat Penting untuk Ibu Hamil?
Asam folat atau vitamin B9 memiliki peran krusial dalam perkembangan janin, terutama dalam:
- Membantu pembentukan DNA dan RNA, yang penting untuk pertumbuhan sel janin.
- Mencegah cacat tabung saraf, yaitu gangguan perkembangan otak dan sumsum tulang belakang.
- Mendukung pembentukan sel darah merah, yang mencegah anemia selama kehamilan.
- Mengurangi risiko kelainan jantung bawaan, bibir sumbing, dan berat badan lahir rendah pada bayi.
Kapan Waktu yang Tepat untuk Mengonsumsi Asam Folat?
1. Sebelum Kehamilan (Minimal 1 Bulan Sebelum Program Hamil)
Pembentukan sistem saraf janin, termasuk otak dan sumsum tulang belakang, sudah dimulai pada minggu ke-3 hingga ke-4 setelah pembuahan, bahkan sebelum sebagian besar wanita mengetahui bahwa dirinya sedang hamil. Oleh karena itu, idealnya konsumsi asam folat dimulai setidaknya 1 bulan sebelum program hamil.
2. Selama Trimester Pertama Kehamilan
Trimester pertama (0–12 minggu) adalah periode krusial dalam perkembangan janin. Pada tahap ini, organ vital mulai terbentuk, sehingga kebutuhan asam folat tetap tinggi. Jika ibu belum sempat mengonsumsi asam folat sebelum hamil, maka sebaiknya segera memulainya begitu mengetahui bahwa sedang mengandung.
3. Selama Kehamilan dan Menyusui
Meskipun risiko cacat tabung saraf sudah berkurang setelah trimester pertama, konsumsi asam folat tetap disarankan hingga akhir kehamilan dan bahkan selama menyusui. Ini karena asam folat masih diperlukan untuk pertumbuhan sel dan pembentukan sel darah merah, baik bagi ibu maupun bayi.
Berapa Dosis Asam Folat yang Dibutuhkan?
Berdasarkan rekomendasi World Health Organization (WHO) dan Kementerian Kesehatan RI, dosis asam folat yang dianjurkan untuk ibu hamil adalah:
- 400 mcg (0,4 mg) per hari untuk wanita yang merencanakan kehamilan dan selama trimester pertama.
- 600 mcg (0,6 mg) per hari selama trimester kedua dan ketiga.
- 500 mcg (0,5 mg) per hari selama menyusui.
Untuk ibu dengan risiko tinggi mengalami defisiensi asam folat atau memiliki riwayat melahirkan bayi dengan cacat tabung saraf sebelumnya, dokter mungkin akan merekomendasikan dosis yang lebih tinggi, sekitar 4.000 mcg (4 mg) per hari.
Sumber Asam Folat dari Makanan
Selain dari suplemen, asam folat juga bisa diperoleh secara alami dari makanan berikut:
- Sayuran hijau (bayam, brokoli, asparagus)
- Buah-buahan (jeruk, alpukat, pisang)
- Makanan berbahan dasar gandum (roti gandum, sereal fortifikasi)
- Telur
- Kacang-kacangan (kedelai, lentil, kacang merah)
Meskipun asam folat dapat diperoleh dari makanan, konsumsi suplemen tetap disarankan untuk memastikan kebutuhan harian terpenuhi, terutama selama kehamilan.
Sumber
https://iris.who.int/bitstream/handle/10665/77770/9789241501996_eng.pdf?sequence=1
https://www.cdc.gov/folic-acid/about/index.html